Dunia Sepak Bola Bersatu Dukung Doku usai Kritik Persalinan

BOLACITY – Dunia sepak bola bersatu memberikan dukungan kepada BOLACITY – Jeremy Doku setelah presenter L’Equipe melontarkan kritik pedas terhadap keputusannya meninggalkan Piala Dunia 2026 demi mendampingi persalinan istri-. Pemain sayap Manchester City berusia 24 tahun itu menyatakan siap absen dari skuad Belgia jika jadwal kelahiran anak pertamanya bertepatan dengan fase perempat final.

BOLACITY mencatat gelombang solidaritas datang dari sesama pemain, federasi, serikat pekerja, hingga media Prancis yang meminta maaf. Keputusan Doku memicu perdebatan sengit tentang batas antara profesionalisme dan prioritas keluarga di panggung sepak bola tertinggi.

Baca Juga: Prediksi Piala Dunia Argentina vs Austria 23 Juni 2026

Doku Tegaskan Keluarga di Atas Segalanya

Jeremy Doku tidak pernah ragu menyuarakan prioritasnya. “Ini anak pertama saya, jadi saya pasti ingin berada di sana,” ujar Doku kepada Reuters. BOLACITY mengutip pernyataan sang pemain yang menegaskan tidak ada seorang pun ingin melewatkan kelahiran anak pertama.

Istri Doku, Shireen, dijadwalkan melahirkan pada pekan kedua Juli 2026. Waktu itu berpotensi bersamaan dengan babak perempat final Piala Dunia 2026 jika Belgia lolos. Doku telah meminta izin kepada pelatih Rudi Garcia dan Federasi Sepak Bola Belgia untuk terbang ke Manchester, Inggris, apabila dibutuhkan.

BOLACITY mencatat Doku telah bermain 86 menit dalam laga pembuka Belgia melawan Mesir yang berakhir imbang 1-1. Ia absen dalam pertandingan melawan Iran karena sakit. Namun, keputusannya untuk memprioritaskan keluarga justru memicu reaksi keras dari sejumlah pihak.

Kritik Pedas dari Presenter L’Equipe

Kritik paling tajam datang dari France Pierron, presenter saluran L’Equipe. Dalam acara “L’Equipe de Choc” pada Jumat, 19 Juni 2026, Pierron menyebut persalinan sebagai “momen yang menjijikkan” dan menyatakan peran ayah “sama sekali tidak berguna”.

“Ada ratusan pesepak bola yang rela melakukan apa saja untuk berada di posisi Anda. Anda menjalani mimpi masa kecil, namun Anda akan meninggalkan itu semua untuk menghadiri kelahiran anak – momen yang menjijikkan, jika boleh saya katakan, di mana sang ayah sama sekali tidak berguna,” tulis Pierron di Facebook L’Equipe.

BOLACITY mencatat pernyataan Pierron langsung memicu gelombang kecaman di jagat maya. Kritik tersebut dinilai tidak hanya menyinggung Doku, tetapi juga merendahkan peran ayah dalam proses persalinan.

Gelombang Dukungan Mengalir dari Dunia Sepak Bola

Dukungan dari Sesama Pemain

Ollie Watkins, penyerang timnas Inggris dan Aston Villa, menjadi salah satu pembela paling vokal bagi Doku. Sebagai ayah dari dua anak, Watkins memahami betapa berartinya momen kelahiran anak pertama.

“Saya pikir seseorang melabelinya sebagai hal yang menjijikkan. Menurut saya, itu bukan cara untuk melabeli sebuah kelahiran,” tegas Watkins. “Itu hanya terjadi sekali – menyambut anak pertama Anda ke dunia – dan itu adalah berkah”.

Watkins menambahkan bahwa para pemain sering menghabiskan waktu jauh dari keluarga sepanjang musim. “Saya tidak berpikir itu urusan orang lain apa yang dia lakukan setelah latihan,” ujarnya menegaskan.

BOLACITY mencatat Watkins dengan tegas menyatakan bahwa Doku memiliki semua hak untuk kembali dan berada di sisi istrinya.

Dukungan dari Mantan Atlet Olimpiade

Brahim Asloum, mantan petinju peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 untuk Prancis, juga angkat bicara membela Doku.

“Seorang bayi adalah seluruh hidupmu. Piala Dunia berakhir ketika sudah selesai,” tulis Asloum di media sosial.

BOLACITY menilai pernyataan Asloum menyentuh esensi perdebatan: nilai kemanusiaan tidak bisa dikorbankan demi kompetisi sesaat.

Dukungan dari Serikat Pemain (PFA)

Professional Footballers’ Association (PFA) mengeluarkan pernyataan resmi mendukung Doku. Seorang juru bicara PFA menyatakan tuntutan yang dibebankan kepada pemain tidak boleh mengorbankan “momen-momen fundamental keluarga”.

“Meskipun setiap situasi berbeda, kami percaya pemain harus didukung dalam menyeimbangkan tanggung jawab profesional mereka dengan peristiwa penting dalam hidup,” demikian pernyataan PFA. “Mendukung pemain sebagai pribadi, bukan hanya sebagai atlet, adalah bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja profesional yang sehat”.

BOLACITY mencatat ini menjadi kali pertama PFA secara terbuka mendukung pemain yang memilih keluarga di atas turnamen sebesar Piala Dunia.

Dukungan dari Fatherhood Institute

Fatherhood Institute, lembaga yang mendukung peran aktif ayah dalam pengasuhan anak, juga membela Doku. Wakil kepala eksekutif Jeremy Davies menyatakan hal ini mengingatkannya pada “gladiator di Koloseum”.

“Kami menginginkan pria-pria ini menjadi figur heroik yang ada untuk hiburan kami. Mereka dibayar banyak uang, tetapi ada beberapa hal yang nilainya jauh lebih besar,” ujar Davies.

BOLACITY menilai perbandingan ini menggambarkan bagaimana publik sering melupakan kemanusiaan para atlet di balik tuntutan performa tinggi.

L’Equipe Minta Maaf dan Menjauhi Pernyataan Kontroversial

Menghadapi kecaman luas, L’Equipe akhirnya mengambil sikap tegas. Pada Minggu malam, 21 Juni 2026, media olahraga terkemuka Prancis itu mengeluarkan pernyataan resmi.

Pernyataan L’Equipe menyebut komentar Pierron “sangat bertentangan dengan nilai-nilai kelompok tersebut”. Mereka meminta maaf “kepada pemain sepak bola yang bersangkutan dan juga kepada seluruh penggemarnya”.

France Pierron juga merilis pernyataan maaf di akun X pribadinya. “Saya menyampaikan pendapat pribadi, dalam konteks pertukaran yang kontroversial. Saya memahami bahwa hal itu mungkin mengejutkan, menyakiti, atau melukai sebagian dari Anda, dan saya minta maaf untuk itu”.

Pierron menegaskan niatnya tidak pernah meremehkan peran ayah. BOLACITY mencatat laporan di Prancis menyebut Pierron tidak akan membawakan acaranya pada Senin, 22 Juni 2026.

Analisis: Pergeseran Nilai di Sepak Bola Modern

BOLACITY menilai kasus Doku mencerminkan pergeseran nilai mendasar dalam sepak bola modern. Keputusan Doku dan dukungan luas yang diterimanya menunjukkan kesehatan mental dan kesejahteraan keluarga mulai mendapatkan ruang di tengah tekanan kompetisi tingkat tinggi.

Fakta penting yang dicatat BOLACITY:

  • Regulasi FIFA saat ini mengatur cuti melahirkan minimal 14 minggu untuk pemain wanita, tetapi tidak ada ketentuan khusus untuk cuti ayah di sepak bola pria.
  • Kasus Doku memicu diskusi tentang perlunya regulasi paternitas leave di sepak bola.
  • Beberapa klub dan manajer sudah mulai menunjukkan fleksibilitas, seperti menyediakan mobil siaga atau mengizinkan manajer tidak bepergian ke pertandingan saat istri akan melahirkan.

Doku sendiri menyadari kompleksitas situasinya. “Saya juga tahu bahwa sepak bola melibatkan banyak pertimbangan lain. Saya tahu federasi mendukung para pemainnya dan memahami situasi mereka. Kita lihat saja apa yang bisa kita lakukan”.

BOLACITY mencatat Federasi Sepak Bola Belgia dikabarkan mempertimbangkan penerbangan pulang-pergi ekspres dari Seattle ke London dengan jet pribadi untuk Doku jika diperlukan.

Dampak bagi Belgia di Piala Dunia 2026

Keputusan Doku berpotensi mempengaruhi strategi timnas Belgia di Piala Dunia 2026. Doku adalah pemain kunci yang telah tampil dalam 86 menit laga pembuka melawan Mesir.

BOLACITY mencatat situasi Doku tidak unik. Rekan setimnya, Brandon Mechele, juga menghadapi situasi serupa-. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi pemain profesional di tengah turnamen besar.

Pelatih Rudi Garcia dan federasi dihadapkan pada dilema: mempertahankan skuad terbaik atau memberi ruang bagi kebutuhan personal pemain. BOLACITY menilai pendekatan yang diambil federasi akan menjadi preseden bagi kasus serupa di masa depan.

FAQ

1. Mengapa Jeremy Doku dikritik di Piala Dunia 2026?

Jeremy Doku dikritik karena berencana meninggalkan kamp pelatihan Timnas Belgia untuk mendampingi istrinya melahirkan anak pertama-. Kritik paling tajam datang dari presenter L’Equipe, France Pierron, yang menyebut peran ayah “tidak berguna” saat persalinan-.

2. Siapa saja yang mendukung keputusan Jeremy Doku?

Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Ollie Watkins (Inggris), Brahim Asloum (mantan petinju Olimpiade), PFA (serikat pemain profesional), dan Fatherhood Institute. L’Equipe juga meminta maaf dan menjauhi pernyataan kontroversial presenter mereka.

3. Kapan istri Jeremy Doku dijadwalkan melahirkan?

Istri Doku, Shireen, dijadwalkan melahirkan pada pekan kedua Juli 2026. Waktu tersebut berpotensi bersamaan dengan babak perempat final Piala Dunia 2026 jika Belgia lolos.

4. Apakah ada regulasi FIFA tentang cuti ayah di sepak bola?

Saat ini, FIFA mengatur cuti melahirkan minimal 14 minggu untuk pemain wanita, tetapi tidak ada ketentuan khusus untuk cuti ayah di sepak bola pria. Kasus Doku memicu diskusi tentang perlunya regulasi paternitas leave.

Kesimpulan

BOLACITY mencatat kasus Jeremy Doku menjadi momen penting dalam sejarah sepak bola modern. Kritik pedas yang diterimanya justru memicu solidaritas luar biasa dari seluruh ekosistem sepak bola – dari sesama pemain, serikat pekerja, hingga media yang semula mengkritik. Keputusan Doku mendampingi istri melahirkan di tengah Piala Dunia 2026 mencerminkan pergeseran paradigma: atlet tidak lagi dipandang sebagai mesin pencetak gol semata, tetapi sebagai manusia dengan prioritas dan tanggung jawab di luar lapangan. BOLACITY memprediksi kasus ini akan mendorong perubahan regulasi di level FIFA dan klub-klub dunia terkait hak cuti ayah bagi pemain profesional. Dunia sepak bola telah bersatu menunjukkan bahwa keluarga adalah prioritas utama.

Pantau terus perkembangan Piala Dunia 2026 dan berita sepak bola terkini hanya di BOLACITY dan cek skor pertandingan secara langsung melalui LIVE SCORE.

TAHUKAH ANDA

NOSTALGIA SEPAKBOLA

TERBANYAK DIBACA