bolacity – Spanduk yang diangkat tinggi oleh seorang pendukung Tottenham Hotspur sebelum kick-off bukanlah sebuah permintaan untuk melakukan sesuatu, melainkan seruan minta tolong.
“Tolong Cetak Gol”, demikian pesan yang dikibarkan ke arah para pemain Spurs ketika mereka keluar menghadapi Everton. Harapannya sederhana: Tottenham segera mencetak gol pertama mereka di Liga Primer musim ini.
Namun, setelah 45 menit berlalu tanpa gol, spanduk tersebut seolah layak ditulis ulang menjadi “Tolong Tembak”. Tottenham memang mendominasi penguasaan bola, tetapi tim mahal racikan Roberto De Zerbi itu kesulitan menciptakan ancaman nyata di depan gawang Jordan Pickford.
Baca juga : Man of the Match Man Utd vs Sabah FK: Patrick Dorgu, Motor Serangan dari Sisi Kiri

Tottenham Kesulitan Menciptakan Peluang
Situasi tidak banyak berubah setelah jeda. Tottenham terus menguasai permainan, tetapi dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan peluang yang mereka ciptakan.
Semakin lama pertandingan berjalan, suasana di Stadion Tottenham Hotspur pun berubah menjadi semakin tegang. Para suporter mulai frustrasi melihat tim mereka kesulitan menemukan jalan menuju gawang Everton.
Pada akhirnya, Spurs kembali gagal mencetak gol. Rekor tanpa gol mereka di Liga Primer kini mencapai 407 menit.
Bagi tim yang seharusnya memulai era baru dengan ambisi besar, catatan tersebut menjadi awal yang sangat mengecewakan.
Rekor Buruk yang Tidak Seharusnya Terjadi
Kegagalan mencetak gol dalam empat pertandingan pembuka liga merupakan sesuatu yang belum pernah dialami Tottenham sebelumnya di empat divisi sepak bola Inggris.
Lebih buruk lagi, ini menjadi kali pertama sejak September 2006 Tottenham gagal mencetak gol dalam empat pertandingan Liga Primer secara beruntun.
Catatan tersebut semakin mengejutkan jika melihat investasi besar yang dilakukan klub pada musim panas.
Tottenham menghabiskan lebih dari £300 juta untuk memperkuat skuad. Sebagian besar investasi itu diharapkan mampu memberikan daya gedor tambahan kepada tim asuhan De Zerbi.
Namun, yang terlihat sejauh ini justru sebaliknya.
Investasi Besar Belum Berbuah Gol
Dengan materi pemain yang mahal, Tottenham seharusnya memiliki cukup banyak opsi untuk membongkar pertahanan lawan.
Akan tetapi, ketika menghadapi Everton, Spurs kembali terlihat tumpul. Penguasaan bola tidak mampu diterjemahkan menjadi peluang berkualitas, sementara serangan mereka terlalu mudah dipatahkan.
Bagi para pendukung yang mengikuti bolacity dan menyaksikan pertandingan tersebut, masalah Tottenham terlihat cukup jelas: mereka mampu mengendalikan bola, tetapi tidak mampu mengubah kontrol permainan menjadi gol.
Hasil ini juga menjadi imbang 0-0 pertama di Liga Primer yang terjadi di Stadion Tottenham Hotspur sejak stadion tersebut digunakan. Pertandingan melawan Everton merupakan laga Liga Primer ke-140 yang dimainkan di stadion tersebut.
Era Baru Tottenham Masih Jauh dari Harapan
Awal musim yang seharusnya menjadi titik awal perubahan justru berjalan dengan penuh masalah.
Tottenham memang masih memiliki banyak pertandingan untuk memperbaiki keadaan. Namun, jika masalah kreativitas dan penyelesaian akhir tidak segera diatasi, tekanan terhadap De Zerbi dan para pemainnya akan semakin besar.
Para suporter tentu berharap investasi lebih dari £300 juta bisa menghasilkan sepak bola yang lebih agresif dan produktif. Untuk saat ini, seperti yang terlihat dalam berita bola, Spurs justru tampak seperti tim yang kehilangan ketajaman di depan gawang.
Jika performa seperti ini terus berlanjut, rekor tanpa gol 407 menit tersebut bukan tidak mungkin hanya menjadi awal dari persoalan yang lebih besar.

