Bolacity – Sejak diakuisisi Qatar Sports Investments (QSI) pada 2011, PSG telah berubah total. Klub ini memenangkan 9 dari 11 gelar Ligue 1 terakhir. Namun trofi Liga Champions tetap menjadi mimpi yang belum terwujud.
Kegagalan terasa paling pahit pada 2020. PSG kalah 0-1 dari Bayern Munich di final Lisbon. Dua tahun berselang, mereka dijungkalkan Real Madrid di babak 16 besar.
Kini, musim 2025/2026 menjadi titik balik. Manajemen Bolacity menilai skuad asuhan Luis Enrique sudah matang. Tekanan untuk menang tidak pernah sebesar ini.
Fondasi Tim yang Semakin Kokoh
Bolacity mencatat tiga pilar utama PSG musim ini. Pertama, lini serang yang dihuni Kylian Mbappé (usia 27 tahun), Ousmane Dembélé, dan Randal Kolo Muani. Kedua, gelandang kreatif seperti Warren Zaïre-Emery dan Vitinha. Ketiga, pertahanan dipimpin Marquinhos dan Gianluigi Donnarumma.
Statistik menunjukkan peningkatan signifikan. PSG mencetak 2,8 gol per laga di Ligue 1 hingga Maret 2026. Mereka juga hanya kebobolan 0,6 gol per pertandingan.
Baca juga : Update Liga Champions: PSG Dekati Rekor Barcelona, Kvaratskhelia Incar Gelar Kedua
“Kami memiliki tim terbaik dalam sejarah klub,” kata Luis Enrique dalam konferensi pers 15 Maret 2026. “Sekarang saatnya membuktikan di lapangan.”
Data dari UEFA menyebutkan PSG memiliki penguasaan bola rata-rata 62% di fase grup. Angka ini tertinggi ketiga setelah Manchester City dan Barcelona.
Rekor Buruk yang Harus Dihapus
Bolacity mengidentifikasi tiga kelemahan klasik PSG. Pertama, mentalitas di laga tandang knockout. Kedua, cedera pemain kunci menjelang April. Ketiga, tekanan media yang berlebihan.
Statistik mencatat PSG hanya menang 2 kali dari 8 pertandingan tandang fase gugur. Rekor ini terburuk di antara klub elite Eropa. Musim lalu, mereka tersingkir oleh Borussia Dortmund di semifinal.
Fakta cepat tentang perjalanan PSG di UCL:
- 2017: Dikandaskan Barcelona dengan comeback 6-1.
- 2019: Kalah agregat dari Manchester United.
- 2022: Disingkirkan Real Madrid setelah unggul agregat.
- 2023: Kalah dari Bayern Munich di babak 16 besar.
- 2025: Tumbang dari Dortmund di semifinal.
Analisis Peluang Musim 2025/2026
Bolacity melakukan analisis mendalam terhadap drawing fase gugur tahun ini. PSG berada di jalur yang relatif lebih mudah. Mereka akan menghadapi pemenang antara RB Leipzig vs FC Porto di perempat final.
Namun jangan cepat puas. Tiga entitas besar mengintai di sisi lain: Real Madrid (14 kali juara), Manchester City (juara bertahan 2023 dan 2024), serta Bayern Munich (6 kali juara). PSG harus melewati setidaknya dua dari raksasa ini untuk mencapai final.
Statistik head-to-head PSG melawan ketiga klub tersebut:
- vs Real Madrid: 3 menang, 2 imbang, 5 kalah.
- vs Manchester City: 2 menang, 3 imbang, 4 kalah.
- vs Bayern Munich: 2 menang, 0 imbang, 4 kalah.
Angka-angka ini menunjukkan PSG masih inferior. Namun faktor kandang bisa menjadi pembeda. Parc des Princes selalu penuh dengan 47.929 suporter fanatik.
Peran Kunci Pemain Bintang
Bolacity menyoroti tiga pemain yang menentukan nasib PSG. Pertama, Vitinha dengan 42 gol di semua kompetisi musim ini. Kedua, Achraf Hakimi sebagai sayap kanan paling produktif (9 assist UCL). Ketiga, Lucas Hernández yang kembali bugar setelah cedera lutut.
Fakta menarik: Mbappé belum pernah mencetak gol di final turnamen mayor bersama klub. Catatan ini ingin dihapusnya musim ini. Dalam wawancara dengan L’Équipe, ia berkata:
“Saya datang ke PSG untuk memenangkan Liga Champions. Saya tidak akan pergi sebelum itu terjadi.”
Tantangan Internal yang Tak Terlihat
Bolacity mengingatkan bahwa tekanan dari dalam bisa lebih berbahaya. Isu kontrak Vitinha yang berakhir 2027 menjadi spekulasi. Demikian pula masa depan Luis Enrique yang dikaitkan dengan tim nasional Spanyol.
Stabilitas manajemen menjadi kunci. Nasser Al-Khelaifi, presiden klub, telah memecat lima pelatih dalam 10 tahun. Jika musim ini gagal, gelombang perubahan akan terjadi.
Namun optimisme tetap tinggi. Luis Campos, penasihat olahraga PSG, membangun skuad dengan keseimbangan usia. Rata-rata tim adalah 25,4 tahun – ideal untuk kompetisi jangka panjang.
Bullet Points: Fakta Cepat PSG 2025/2026
- Modal awal musim: 5 kemenangan beruntun di Ligue 1.
- Top skor UCL sementara: Kylian Mbappé (9 gol).
- Clean sheet terbanyak: Gianluigi Donnarumma (7 laga).
- Rekor kandang tak terkalahkan: 23 laga beruntun.
- Pemain dengan assist terbanyak: Achraf Hakimi (12 assist).

