BOLACITY – Rangers asuhan Derek McInnes mengalami awal musim 2026/27 yang sangat buruk. Setelah mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan 12 pemain baru, tim asal Glasgow ini justru tersingkir dari kualifikasi Liga Europa dan Liga Konferensi Europa, serta hanya meraih satu poin dari dua pertandingan Liga Utama Skotlandia. McInnes sendiri mengakui timnya “memalukan” dan “tidak tampil sama sekali”.
Mimpi Buruk di Ibrox
Bayangkan Anda adalah penggemar Rangers. Musim lalu tim finis ketiga. Manajer baru didatangkan dengan biaya kompensasi dari rival. Belasan pemain baru direkrut dengan nilai transfer mencapai jutaan poundsterling. Ekspektasi melambung tinggi.
Baca Juga: Nico Gonzalez Resmi ke Newcastle United: ‘Mini-Rodri’ Siap Dicintai di St James’ Park
Kenyataannya? Empat pertandingan, nol kemenangan, dan kini tersingkir dari Eropa Rangers asuhan Derek McInnes mencatatkan awal terburuk sepanjang sejarah klub. Bahkan, McInnes mengaku “sangat malu” dan “terhina” dengan performa timnya.
Artikel BOLACITY ini akan mengupas tuntas mengapa tim yang dirakit dengan biaya besar ini justru tampil hambar, apa penyebab kegagalan taktik McInnes, dan bagaimana nasib Rangers ke depan. Simak berita sepakbola terkini dan analisis mendalamnya dan ya, Anda bisa nonton bola gratis di berbagai platform, tapi sayangnya bukan untuk menyaksikan Rangers bersinar di Eropa musim ini.
Apa yang Terjadi pada Rangers di Eropa?
Tersingkir dari Liga Europa oleh Jagiellonia Białystok
Langkah pertama Rangers di kancah Eropa musim 2026/27 berakhir dengan kekecewaan. Mereka tersingkir dari kualifikasi Liga Europa setelah kalah agregat 2-3 dari tim Polandia, Jagiellonia Białystok-. Ini adalah pukulan awal yang berat bagi skuat anyar McInnes.
Kegagalan di Liga Konferensi Europa: Jablonec 1-0 Rangers (4-3 adu penalti)
Jika tersingkir dari Liga Europa sudah buruk, yang terjadi selanjutnya jauh lebih memalukan.
Rangers unggul 1-0 dari leg pertama di Ibrox. Namun di leg kedua di Stadion Strelnice, Republik Ceko, mereka menampilkan performa yang disebut BOLACITY sebagai “sangat buruk, tanpa kohesi, hasrat, atau ancaman sama sekali”.
Jablonec menyamakan agregat melalui gol Vakhtang Tchanturishvili pada menit ke-73. Pertandingan berakhir 1-1 agregat dan dilanjutkan ke adu penalti. Di sinilah petaka terjadi:
- Kiper Rangers Ivor Pandur memang berhasil menyelamatkan satu tendangan
- Namun Findlay Curtis melepaskan tembakan ke atas mistar
- James Penrice gagal menaklukkan kiper Jablonec
- Jan Chramosta mengeksekusi penalti penentu kemenangan bagi Jablonec
Ini adalah pertama kalinya sejak 2017 Rangers tidak bermain di fase grup kompetisi Eropa.
Statistik yang Bicara
| Metrik | Data |
|---|---|
| Penguasaan bola | 46% (selama 120 menit) |
| Tembakan tepat sasaran | Hanya 1 sepanjang pertandingan |
| Gol dalam 210 menit | Hanya 1 gol |
| Formasi yang dicoba | 4-5 formasi berbeda dalam satu pertandingan |
| Penggantian di babak pertama | 11 kali dalam 7 pertandingan |
💡 Fakta mengejutkan: McInnes telah melakukan lebih banyak pergantian pemain di babak pertama (11 kali dalam 7 pertandingan) daripada yang pernah ia lakukan sepanjang kariernya di Hearts.
Mengapa Rangers Gagal Total?
1. Tidak Ada Identitas Permainan
McInnes sendiri mengakui kebingungannya: “Kami tidak hebat sebagai tim penguasaan bola… Kami bukan tim counter-attacking yang cukup efektif… Kami tidak terlihat seperti tim yang nyaman saat bermain langsung.”
Pertanyaan kritis dari BOLACITY: “Apa itu Rangers? Apa identitas mereka? Di area apa mereka meningkat?” Sampai saat ini, tidak ada jawaban jelas.
4-5 Formasi dalam Satu Pertandingan
McInnes mengganti formasi timnya empat atau lima kali saat melawan Jablonec. Hasilnya? Performa tidak membaik sama sekali. Mantan gelandang Rangers Andy Halliday mengkritik: “Rangers memainkan lima formasi berbeda malam ini dan mereka tidak memberikan apa-apa.”
2. Lini Belakang yang Berantakan
Dalam tiga pertandingan pertama musim ini, McInnes menggunakan tiga kombinasi bek belakang yang berbeda:
- Vs Dundee United: Ben Godfrey, Dujon Sterling, Emmanuel Fernandez, Tuur Rommens
- Vs Jagiellonia: Ross McCrorie, Sterling, Emmanuel Fernandez, Rommens
- Vs Hibernian: Dragojevic, Olwethu Makhanya, Fernandez, Rommens
Tanpa konsistensi di lini belakang, mustahil membangun pertahanan yang solid. McInnes bahkan kehilangan lebih banyak pertandingan kandang di liga bersama Rangers daripada total kekalahan kandangnya selama di Hearts.
3. Krisis Gagal Mencetak Gol
Rangers hanya mencetak 4 gol di awal musim, dua di antaranya gol bunuh diri lawan dan satu penalti. Mereka belum mencetak gol dari permainan terbuka dalam empat pertandingan pertama.
Satu tembakan tepat sasaran dalam 120 menit melawan Jablonec adalah angka yang memalukan untuk klub sekaliber Rangers.
4. Rekrutmen Mahal yang Belum Berbuah
Rangers mendatangkan 12 pemain baru di jendela transfer musim panas 2026, termasuk:
- Minsu Kim — winger asal Korea Selatan dari Girona dengan nilai sekitar £8,5 juta
- Kevin Kelsy — striker dari Portland Timbers dengan nilai sekitar £9,5 juta
- Ivor Pandur — kiper anyar
McInnes berharap rekrutan baru akan membantu, tetapi ia mengakui: “Kami terlihat muda, tidak berpengalaman di beberapa momen.” Total belanja yang mencapai puluhan juta poundsterling belum menunjukkan hasil di lapangan.
5. Tekanan dari Suporter
Suporter Rangers tidak tinggal diam. Setelah kekalahan dari Hibernian, 22% penggemar dalam jajak pendapat TalkingPoints menginginkan McInnes dipecat segera.
McInnes sendiri memahami kemarahan fans: “Tidak perlu ada yang memberi tahu Derek McInnes bagaimana perasaan fans Rangers pagi ini.”
Apa Kata Derek McInnes?
McInnes tidak lari dari tanggung jawab. Dalam berbagai pernyataan pasca-pertandingan, ia mengakui kegagalannya:
“Saya sangat malu dengan performanya… Saya bertanggung jawab penuh untuk memastikan kami lebih baik dari apa yang kami sajikan malam ini.”
“Kami pantas mendapatkan apa yang kami dapatkan. Jika kami menang lewat penalti, kami akan menerimanya, tapi itu hanya akan menutupi celah-celah yang ada.”
“Saya terhina dengan performanya. Saya tahu Anda bisa kalah dalam pertandingan sepakbola, tapi kami seharusnya memiliki cukup kemampuan untuk menyelesaikan pertandingan malam ini.”
McInnes juga menyebut bahwa belum ada tawaran yang masuk untuk Nicolas Raskin – pemain yang diincar banyak klub.
Dampak Jangka Panjang
Finansial
Kehilangan tiket ke fase grup kompetisi Eropa berarti kerugian finansial besar bagi Rangers. Pendapatan dari hak siar, tiket, dan bonus kompetisi lenyap begitu saja.
Reputasi
Seperti yang ditulis BBC: “Ini adalah tingkat rasa malu ala Pedro Caixinha yang dialami klub dalam kekalahan Eropa mereka.” Perbandingan dengan era Caixinha salah satu periode tergelap dalam sejarah Rangers, sangat merusak reputasi McInnes dan manajemen klub.
Mentalitas
Kekalahan beruntun di Eropa dan liga menciptakan lingkaran setan negatif di ruang ganti. McInnes mengakui: “Kami masuk ke pertandingan ini dengan mencari-cari kepercayaan diri, mencari positivitas.”
FAQ — Pertanyaan Populer
1. Apakah Derek McInnes akan dipecat?
Belum ada indikasi resmi dari manajemen Rangers mengenai pemecatan McInnes. Namun, tekanan dari suporter sangat besar — 22% penggemar dalam satu jajak pendapat sudah menginginkan pemecatan setelah hanya empat pertandingan. McInnes baru menandatangani kontrak tiga tahun pada Juni 2026, tetapi awal musim yang bersejarah buruk ini — rekor terburuk manajer Rangers sepanjang masa — pasti memicu pembicaraan darurat di level manajemen.
2. Berapa banyak pemain baru yang didatangkan Rangers?
Rangers telah mendatangkan 12 pemain baru di jendela transfer musim panas 2026. Ini termasuk Minsu Kim dari Girona (£8,5 juta) dan Kevin Kelsy dari Portland Timbers (£9,5 juta), serta kiper Ivor Pandur dan gelandang Vanja Dragojevic.
3. Kapan terakhir kali Rangers gagal lolos ke fase grup Eropa?
Rangers terakhir kali gagal lolos ke fase grup kompetisi Eropa pada 2017, ketika mereka kalah agregat 2-1 dari Progres Niederkorn (Luksemburg) di babak pertama kualifikasi Liga Europa. Kekalahan dari Jablonec menandai pertama kalinya dalam hampir satu dekade Rangers tanpa sepakbola Eropa di fase grup.
Kesimpulan
Rangers asuhan Derek McInnes saat ini sedang berada di titik terendah. Dengan belanja pemain mencapai puluhan juta poundsterling dan 12 rekrutan baru, ekspektasi sangat tinggi. Namun kenyataannya: tersingkir dari dua kompetisi Eropa, nol kemenangan dari empat pertandingan, dan tidak ada identitas permainan yang jelas.
McInnes mengakui kegagalannya dan bertanggung jawab penuh. Tapi pengakuan saja tidak cukup, ia harus segera menemukan solusi. Jika tidak, sejarah mungkin mencatatnya sebagai salah satu manajer terburuk dalam sejarah Rangers.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah McInnes pantas diberi lebih banyak waktu untuk membangun tim, atau sudah waktunya Rangers mencari manajer baru? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!

