bolacity – Timnas Italia resmi mengamankan kepulangan Roberto Mancini. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mencapai kesepakatan dengan pelatih berusia 61 tahun itu untuk memimpin Gli Azzurri untuk kedua kalinya. Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa yang akan menduduki kursi panas tim nasional setelah kepergian Gennaro Gattuso. Kabar kepastian ini pertama kali dikonfirmasi langsung oleh Presiden FIGC Giovanni Malago dalam rapat Dewan Federal pada 28 Juli 2026. bolacity menyajikan analisis mendalam tentang dampak kepulangan Mancini bagi masa depan sepak bola Italia.
BACA JUGA : Prediksi Western Sydney Wanderers vs Chelsea di Sydney Super Cup 2026
Mengapa FIGC Kembali Memilih Mancini?
Keputusan FIGC menunjuk Mancini bukanlah langkah instan. Proses perburuan pelatih kepala baru Timnas Italia berlangsung alot dan penuh drama. Sebelumnya, federasi sempat menggadang-gadang nama Andrea Pirlo sebagai kandidat utama. Namun, rencana tersebut gagal total setelah keterlibatan Pirlo dengan perusahaan judi Rusia memicu penolakan dari pihak FIGC.
Kegagalan itu memicu dampak berantai yang mengejutkan. Paolo Maldini dan Leonardo, dua petinggi FIGC yang menjadi arsitek utama di balik pencalonan Pirlo, memutuskan mundur dari jabatan mereka hanya 16 hari setelah menjabat. Situasi menjadi semakin rumit setelah Pep Guardiola, yang menjadi target utama FIGC, menolak tawaran karena persyaratan gaji yang mencapai 17 juta poundsterling per tahun.
Di tengah kekacauan itulah nama Roberto Mancini kembali mengemuka. Presiden Malago akhirnya memilih Roberto Mancini sebagai solusi terbaik untuk menstabilkan situasi.
“Saya sedang berbicara dengan Roberto Mancini untuk menjadikannya pelatih kepala baru: kami hanya menunggu tanda tangan,” tegas Giovanni Malago kepada ANSA.
Rekor dan Prestasi Mancini di Periode Pertama
Roberto Mancini bukanlah sosok asing bagi Timnas Italia. Ia menangani Gli Azzurri pada periode 2018 hingga 2023. Selama 58 pertandingan, ia membawa Italia meraih gelar juara Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris di final Wembley.
Pencapaian tersebut menjadikan Mancini sebagai pelatih tersukses Italia dalam satu dekade terakhir. Ia juga memiliki rekam jejak gemilang di level klub, termasuk membawa Manchester City meraih gelar Premier League pertama mereka pada 2011-2012 serta tiga gelar Serie A bersama Inter Milan.
Namun, catatan Mancini juga memiliki sisi kelam. Ia gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Kekalahan dramatis dari Makedonia Utara di babak play-off menjadi noda yang sulit dilupakan. Setelah itu, Mancini mengejutkan banyak pihak dengan meninggalkan Italia pada Agustus 2023 di tengah kualifikasi Euro 2024 untuk menerima tawaran besar dari Timnas Arab Saudi.
Misi Besar Mancini di Periode Kedua
Kembalinya Roberto Mancini ke Timnas Italia membawa misi yang jauh lebih berat dibanding periode pertama. Ia mewarisi skuad yang sedang dalam kondisi mental rapuh setelah kembali gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Kegagalan ketiga secara beruntun ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Italia. Kekalahan adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina di babak play-off kualifikasi menjadi titik terendah yang harus segera diperbaiki.
Tantangan pertama Mancini sudah menunggu pada 25 September 2026. Italia akan menghadapi Belgia di ajang Nations League. Pertandingan ini akan menjadi ujian perdana bagi proyek baru Mancini.
Selain Mancini, FIGC juga dikabarkan akan menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik. Duet Mancini-Ranieri diharapkan mampu membangun fondasi kuat bagi Gli Azzurri dalam beberapa tahun ke depan.
Fakta Cepat Kembalinya Roberto Mancini
- Tanggal pengumuman: 28 Juli 2026
- Usia Mancini: 61 tahun
- Periode pertama: 2018–2023 (58 pertandingan)
- Prestasi utama: Juara Euro 2020
- Pengganti: Gennaro Gattuso (mundur April 2026)
- Pertandingan perdana: vs Belgia, 25 September 2026
- Rekor di Arab Saudi: 9 menang, 7 seri, 5 kalah (21 pertandingan)
Analisis: Apa yang Berbeda Kali Ini?
Kembalinya Roberto Mancini ke Timnas Italia memiliki perbedaan fundamental dibanding periode pertama. Pada 2018, Mancini datang sebagai pelatih yang membangun proyek jangka panjang. Kali ini, ia datang sebagai penyelamat darurat di tengah krisis sepak bola Italia.
Perbedaan lainnya terletak pada struktur pendukung. Kehadiran Claudio Ranieri sebagai direktur teknik memberikan dimensi baru dalam manajemen tim. Ranieri, yang dikenal sebagai “The Tinkerman”, memiliki pengalaman luas di level klub dan internasional.
Dari sisi skuad, Italia masih memiliki talenta berkualitas seperti Nicolo Barella, Federico Chiesa, dan Gianluigi Donnarumma. Tantangan Mancini adalah mengembalikan kepercayaan diri para pemain setelah tiga kegagalan berturut-turut di Piala Dunia.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa kepulangan Mancini lebih dari sekadar nostalgia. Ini adalah langkah pragmatis FIGC untuk menghentikan krisis kepemimpinan yang melanda federasi. Dengan rekam jejak dan otoritas yang dimilikinya, Mancini diharapkan mampu membawa stabilitas instan.
Dampak bagi Sepak Bola Italia ke Depan
Kepulangan Roberto Mancini menjadi sinyal bahwa FIGC ingin kembali ke jalur yang pernah membawa kesuksesan. Gelar Euro 2020 bukan sekadar kenangan, melainkan bukti bahwa Italia mampu bersaing di level tertinggi.
Namun, jalan yang harus ditempuh tidaklah mudah. Italia harus membangun ulang mentalitas pemenang yang hilang setelah tiga kegagalan di Piala Dunia. Kualifikasi Piala Dunia 2030 akan menjadi target utama, namun perjalanan dimulai dari laga-laga Nations League yang sudah menanti.
Faktor kunci keberhasilan Mancini kali ini adalah dukungan penuh dari federasi. Kegagalan di masa lalu sebagian disebabkan oleh ketidakharmonisan antara pelatih dan manajemen. Dengan struktur baru yang melibatkan Ranieri, diharapkan komunikasi dan koordinasi berjalan lebih baik.
FAQ
1. Kapan Roberto Mancini secara resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia?
FIGC mengumumkan penunjukan Roberto Mancini pada 28 Juli 2026 dalam rapat Dewan Federal yang dipimpin Presiden Giovanni Malago. Saat ini proses administrasi masih berjalan dan tinggal menunggu tanda tangan kontrak.
2. Mengapa Andrea Pirlo batal menjadi pelatih Timnas Italia?
Penunjukan Andrea Pirlo gagal karena keterlibatannya sebagai duta perusahaan judi Rusia. FIGC menolak pencalonannya pada menit-menit terakhir, yang kemudian memicu mundurnya Paolo Maldini dan Leonardo dari jabatan mereka.
3. Siapa yang akan menjadi asisten atau pendamping Mancini di Timnas Italia?
FIGC dikabarkan akan menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik Timnas Italia. Duet Mancini-Ranieri diharapkan memperkuat struktur teknis Gli Azzurri dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Kembalinya Roberto Mancini ke Timnas Italia adalah keputusan berani di tengah krisis. FIGC memilih figur yang sudah terbukti membawa kesuksesan Euro 2020 untuk menghentikan kegagalan beruntun di Piala Dunia. Dengan pengalaman, rekam jejak, dan otoritas yang dimilikinya, Mancini adalah harapan terbaik Italia untuk kembali bersaing di level tertinggi. Pertandingan melawan Belgia pada 25 September akan menjadi ujian perdana bagi proyek baru ini. bolacity akan terus memantau perjalanan Roberto Mancini dan Timnas Italia dalam menghadapi tantangan-tantangan berikutnya.

