bolacity – Arsenal harus menelan kekecewaan setelah gagal meraih trofi Liga Champions usai kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) di final yang berlangsung di Budapest. Namun, The Gunners tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kesedihan karena fokus kini langsung tertuju pada persiapan musim depan.
Meski gagal di Eropa, Arsenal tetap memiliki alasan untuk bangga setelah sukses mengamankan gelar Liga Premier Inggris. Perayaan juara yang berlangsung di London utara menjadi momentum untuk mengalihkan perhatian menuju target yang lebih besar pada musim mendatang.
Baca juga : Sterling Dicurigai Mengemudi di Bawah Pengaruh Narkoba

PSG Dominasi Final Liga Champions
Kekalahan Arsenal dari PSG terjadi melalui adu penalti setelah kedua tim bermain sengit selama 120 menit. Namun, statistik pertandingan menunjukkan bahwa wakil Prancis tersebut tampil jauh lebih dominan.
Arsenal hanya mampu menguasai bola kurang dari 25 persen sepanjang pertandingan. Bahkan, gol cepat Kai Havertz menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran yang mereka catat hingga laga berakhir.
Gelandang PSG, Joao Neves, mengungkapkan bahwa timnya merupakan satu-satunya tim yang benar-benar berusaha memainkan sepak bola menyerang sepanjang laga.
Menurut banyak pengamat, dominasi PSG menjadi bukti bahwa mereka memang layak disebut sebagai salah satu tim terbaik dunia saat ini. Informasi dan analisis menarik seputar sepak bola Eropa juga dapat ditemukan di bolacity.
Matthew Upson Soroti Perubahan Taktik Arsenal
Mantan bek Arsenal sekaligus juara Liga Premier, Matthew Upson, menilai gol cepat Havertz justru mengubah jalannya pertandingan.
Menurutnya, Arsenal secara alami mulai bermain lebih bertahan setelah unggul lebih dulu. Situasi tersebut memberi kesempatan kepada PSG untuk mengambil alih penguasaan bola dan mengendalikan ritme permainan.
“Jika skor tetap 0-0 hingga babak pertama berakhir, mungkin Arsenal akan bermain sedikit berbeda. Namun setelah mencetak gol, mereka masuk ke mode bertahan dan PSG memanfaatkan hal itu dengan sangat baik,” ujar Upson.
Ia juga menyoroti perbedaan penguasaan bola yang sangat mencolok.
“Statistik 75 persen berbanding 25 persen dalam final Liga Champions antara dua tim terbaik dunia sangat jarang terjadi. Itu menunjukkan betapa dominannya PSG,” tambahnya.
Arteta Akui Keunggulan PSG
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tidak ragu memberikan pujian kepada PSG. Ia bahkan menyebut tim asuhan Luis Enrique sebagai tim terbaik di dunia saat ini.
Arteta mengakui bahwa kualitas individu para pemain PSG membuat Arsenal kesulitan menerapkan rencana permainan yang telah disiapkan sebelumnya.
“Bukan rencana kami untuk bermain terlalu dalam saat tidak menguasai bola. Namun, mereka memaksa kami untuk melakukan itu,” kata Arteta.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan PSG dalam mengontrol permainan dan memanfaatkan kualitas individu para pemainnya.
“Apa yang mereka lakukan dengan bola dan aksi individu para pemainnya adalah sesuatu yang jarang saya lihat,” tambahnya.
Arsenal Siap Belajar untuk Musim Depan
Meski gagal mengangkat trofi Liga Champions, Arsenal tetap menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa musim terakhir. Keberhasilan menjuarai Liga Premier menjadi bukti bahwa proyek yang dibangun Arteta berada di jalur yang tepat.
Pelatih asal Spanyol tersebut bahkan mengisyaratkan bahwa Arsenal dapat mengadopsi beberapa elemen permainan PSG demi meningkatkan kualitas tim pada musim depan.
Dengan skuad muda yang terus berkembang dan pengalaman dari final Liga Champions, Arsenal memiliki peluang besar untuk kembali bersaing di level tertinggi Eropa. Kabar terbaru, analisis pertandingan, dan perkembangan Arsenal musim depan bisa terus diikuti melalui bolacity.

