BOLACITY – Manchester City sukses mengamankan gelar FA Cup setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley, Sabtu (16/5/2026) malam WIB. Gol tunggal Antoine Semenyo pada menit ke-72 melalui sepakan backheel brilian menjadi pembeda laga. Kemenangan ini menambah koleksi trofi kedelapan untuk City di kompetisi FA Cup. City juga mengamankan double domestik musim ini setelah sebelumnya menjuarai Carabao Cup. Untuk laporan dan analisis lengkap, kunjungi BOLACITY.
Baca Juga : Rating Pemain Liverpool Usai Dihajar Aston Villa via Bolacity
Jalannya Laga – Final Bertempo Lambat yang Dinodai Ketegangan
FA Cup edisi 2025/2026 menyajikan final yang tidak sesuai ekspektasi. Pertandingan berlangsung sangat hati-hati sejak menit awal. Chelsea yang datang sebagai underdog, bermain solid dengan formasi lima bek di bawah asuhan pelatih interim Calum McFarlane. Mereka berhasil menahan laju City yang mendominasi penguasaan bola.
Babak Pertama – Dominasi Monoton City
Pada babak pertama, Man City mendominasi dengan penguasaan bola hingga 63 persen. Namun FA Cup menyaksikan minimnya peluang tercipta. City sempat mengira unggul di menit ke-26 lewat Erling Haaland. Namun golnya dianulir karena Matheus Nunes terlebih dahulu dalam posisi offside saat menerima umpan. Peluang terbaik sebelum jeda datang pada menit ke-45+2. Haaland lolos dan melepaskan tembakan, namun kiper Robert Sanchez membuat penyelamatan gemilang.
Babak Kedua – Keajaiban Semenyo dan Perlawanan Chelsea
Memasuki babak kedua, FA Cup masih berjalan alot. Rayan Cherki yang masuk, gagal memberikan dampak instan. Moises Caicedo nyaris mencetak gol pada menit ke-53. Namun sundulannya masih bisa disapu bek City Rodri tepat di garis gawang.
Titik balik terjadi pada menit ke-72. Haaland yang mendapat bola di sisi kanan, melepas umpan silang mendatar. Antoine Semenyo yang dikawal ketat, dengan improvisasi brilian menyepak bola dengan tumit kaki belakangnya. Bola meluncur deras ke pojok gawang tanpa bisa dijangkau Sanchez. Gol ini menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan FA Cup final tahun ini.
Drama Penalti dan Tekanan Menit Akhir
Dalam lima menit terakhir laga FA Cup, intensitas meningkat drastis. Nunes sempat membentur tiang gawang. Namun Chelsea nyaris menyamakan ketika bek Jorrel Hato dijatuhkan di kotak penalti. Wasit Darren England dan VAR menolak permintaan penalti, yang diklaim pelatih Chelsea sebagai keputusan merugikan.
Rekor dan Statistik: Kemenangan Bersejarah Bagi City
Kemenangan ini membawa FA Cup ke lembaran sejarah baru bagi Man City. Berikut adalah fakta-fakta penting yang perlu Anda ketahui:
- Trofi: Ini adalah gelar FA Cup ke-8 bagi Man City, menyamai rekor Chelsea, Liverpool, dan Tottenham. Kemenangan ini sekaligus membalaskan kekalahan mereka di dua final FA Cup sebelumnya (2024 vs Palace, 2025 vs MU).
- Kebangkitan Haaland: Erling Haaland akhirnya tercatat sebagai pemberi assist di final setelah penantian panjang tanpa kontribusi gol di laga final untuk City.
- Sejarah Guardiola: Pep Guardiola meraih trofi utama ke-20 selama 10 tahun menangani City.
- Rekor Jumlah Tembakan: Hanya 16 total tembakan di sepanjang laga, menjadi rekor terendah di final FA Cup sejak data statistik mulai dicatat (2005).
Reaksi Pasca-Pertandingan: Guardiola Puji Keajaiban Semenyo
Pep Guardiola menyebut gol Antoine Semenyo sebagai “sebuah keajaiban”. Diwawancara seusai pertandingan, pelatih asal Spanyol itu tidak mampu menyembunyikan kekagumannya atas kreativitas pemain barunya. Guardiola mengakui bahwa tanpa gol spektakuler itu, mungkin City tidak akan mampu membawa pulang trofi.
Sementara itu, Antoine Semenyo yang baru direkrut pada Januari lalu dari Bournemouth menjadi bintang utama. Ia juga menjadi pemain Ghana pertama yang mencetak gol di final FA Cup sepanjang sejarah. Ia mengakui tidak pernah melatih eksekusi backheel itu secara khusus di latihan. Semenyo mengaku segalanya terjadi begitu cepat, namun hasilnya sempurna.
Di kubu Chelsea, pelatih interrim Calum McFarlane sangat kecewa. Ia merasa timnya pantas mendapat penalti setelah Hato dijatuhkan. Ia mengkritik tim kepemimpinan pertandingan yang dinilainya kurang beruntung bagi timnya.
Dampak Laga – Masa Depan Chelsea dan Kejaran Treble City
Kekalahan di final FA Cup menjadi pukulan telak bagi Chelsea. Mereka gagal menyelamatkan musim yang kacau setelah memecat dua pelatih, Enzo Maresca dan Liam Rosenior. Kabar baiknya, segera setelah laga usai, The Athletic melaporkan bahwa Xabi Alonso telah resmi menyetujui kontrak sebagai manajer baru Chelsea.
Sementara bagi Man City, fokus kini beralih ke Premier League. Mereka masih mengejar Arsenal di papan atas dengan selisih dua poin dan menyisakan dua pertandingan. City berpeluang merebut treble domestik yang langka jika sukses di liga. Laga Bournemouth vs Aston Villa akan menjadi penentu.
5 Statistik Kunci Laga:
- Gol Kemenangan: Antoine Semenyo (72’) – eksekusi backheel spektakuler.
- Penyelamatan Krusial: Robert Sanchez menggagalkan peluang Haaland.
- Rekor Pertemuan: City tidak terkalahkan dalam 14 laga vs Chelsea.
- Trofi Guardiola: Ini adalah trofi utama ke-20 untuk Pep di City.
- Minim Peluang: Hanya 16 total tembakan sepanjang final FA Cup.
FAQ Section
Q: Siapa pencetak gol dalam final FA Cup Chelsea vs Manchester City 2026?
A: Antoine Semenyo menjadi satu-satunya pencetak gol pada menit ke-72. Ia melakukan eksekusi tendangan backheel brilian memanfaatkan umpan silang mendatar dari Erling Haaland.
Q: Berapa kali Manchester City memenangkan trofi FA Cup setelah kemenangan ini?
A: Kemenangan ini merupakan gelar FA Cup kedelapan bagi Manchester City dalam sejarah klub. Prestasi ini menyamai rekor Chelsea, Liverpool, dan Tottenham sebagai peraih gelar terbanyak ketiga dalam kompetisi ini.
Q: Siapa pelatih baru Chelsea yang diumumkan setelah kekalahan di final FA Cup?
A: Hanya beberapa menit setelah kekalahan, Xabi Alonso dilaporkan telah resmi menyetujui kontrak sebagai manajer permanen Chelsea, menggantikan pelatih interrim Calum McFarlane.
Q: Siapa pemain terbaik dalam final FA Cup 2026?
A: Antoine Semenyo dinobatkan sebagai pemain terbaik. Ia tidak hanya mencetak gol penentu kemenangan, tetapi juga menjadi pemain Ghana pertama yang mencetak gol di final FA Cup sepanjang sejarah turnamen.
Kesimpulan
Final FA Cup 2026 menjadi panggung bagi satu momen keajaiban yang akan selalu dikenang. Semenyo mengukir namanya di sejarah, sementara Guardiola memantapkan statusnya sebagai salah satu pelatih tersukses Inggris. Di sisi lain, kekalahan ini justru mengakhiri era kegalauan di Stamford Bridge dengan kedatangan Xabi Alonso.
Apakah Guardiola bisa menyelesaikan musim ini dengan treble? Saksikan kelanjutan persaingan sengit di Premier League dan update transfer pemain hanya di BOLACITY.

